Tata Cara Membaca Al-Quran

 

Ilmu Tajwid. Ulama Qiraat sepakat bahwa Al-Quran dapat dibaca dengan beberapa macam bacaan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-muzammil ayat 20.


Maka itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran” (QS. Al-Muzammil:20)

 Tata cara membaca Al-Quran menurut para ulama terbagi empat macam, yaitu 1) membaca secara tahqiq, 2) membaca secara tartil, 3) membaca secara tadwir, 4) membaca secara hadr.

 Tahqiq ialah membaca Al-Quran dengan memberikan hak-hak setiap huruf secara tegas, jelas, dan teliti seperti memanjangkan mad, dan teliti seperti memanjangkan mad, menyempurnakan harakat, serta melepas huruf secara tartil, pelan-pelan, memperhatikan panjang pendek , waqaf dan ibtida, tanpa merampas huruf.

 Untuk memenuhi hal-hal itu, metode tahqiq terkadang tampak memutus mutus dalam membaca huruf-huruf dan kalimat-kalimat Al-Quran. Sebagian ulama menganggap bahwa tahqiq dan tartil sama.

 Meski demikian ada perbedaan antara tahqiq dan tartil yaitu tartil lebih menekankan aspek memahami dan merenungi kandungan ayat-ayat AlQuran sedangkan tahqiq lebih ke arah aspek bacaan atau praktisi bacaan dengan tujuan membimbing ta`lim/tahsin-ul Quran.

Tadwir ialah membaca Al-Quran dengan memanjangkan mad, hanya saja tidak sampai penuh. Tadwir merupakan cara membaca Al-Quran yang sering dipakai dalam salat.


Adapun
hadr ialah membaca Al-Quran dengan cepat, ringan, dan pendek, namun tetap mengedepankan dan memakai peraturan-peraturan tajwid.


Selain empat cara bacaan Al-Quran yang benar ada juga cara bacaan yang disebut
hazramah yaitu membaca Al-Quran dengan cepat,ringan, dan pendek, namun tidak memerhatikan peraturan-peraturan tajwid, dan cara bacaan tersebut tidak dianjurkan semua Imam Qiraat.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin